blog nurfitriyana

Oktober 23, 2009

Klimakterium dan Menopause

Filed under: Uncategorized — nurfitri1116 @ 2:38 am
hipermenore.Gangguan nerovegetatif : gejolak panas (
hotflushes), keringat banyak, rasa kedinginan, sakit kepala, desing dalam
telinga, tekanan darah yang goyah, jari-jari atrofi, gangguan usus (
meteorismus ).Gangguan psikis : mudah tersinggung, lekas
lelah, semangat berkurang, susah tidur. Gangguan organik : infark miokard
aterosklerosis, osteosklerosis, osteoporosi, afipositas, kolpitis,
disuria, dispareumia artritis, gejala endokrinium berupa hipertirosis
defeminisasi, virilasi dan gangguan libido.
C. Diagnosis
Umur dan gejala-gejala yang timbul.FSH dan LH ( FSH = 10-12 x, LH 5-10 x /
estrogen rendah ).Kalsium, kolesterol.Foto tulang lumbal I.Sitologi ( Pap Smear ).Biopsi endometrium.
D. Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan tahunan
terhadap wanita yang sedang berada pada masa klimakterium harus mencakup
hal-hal yang penting seperti :
Tinggi badan, wanita mungkin akan kehilangan
http://www.dkk-bpp.com – Sysinfokes Kota Balikpapan Powered by Mambo Generated: 14 October, 2009, 19:55
tinggi badan sebanyak 2,5 cm atau lebih. Sewaktu mengukur tinggi badan
merupakan kesempatan untuk mendiskusikan postur, pergerakan tubuh, latihan
dan osteoporosis.Kulit, evaluasi terhadap integritas, luka dan
perubahan pada tahi lalat.Mulut, gigi dan gusi.Pemeriksaan panggul, dengan perhatian terhadap
perubahan yang menyertai proses penuaan ; spekulum Pederson mungkin
optimal untuk wanita paska menopause.Rektum : periksa adanya keanehan pada darah,
adanya massa dan
fisura-fisura.
E. Penatalaksanaan
1. Sedatif, psikofarma.
2. Psikoterapi.
3. Balneoterapi ( diet ).
4. Hormonal. Sindrom klimakterium terjadi akibat
kekurangan estrogen maka pengobatan yang tepat adalah pemberian estrogen.
Syarat minimal sebelum pemberian estrogen
dimulai :
1. Tekanan darah tidak boleh tinggi.
2. Pemeriksaan sitologi uji Pap normal.
3. Besar uretus normal ( tidak ada mioma uerus ).
4. Tidak ada varises di ekstremitas bawah.
5. Tidak terlalu gemuk / tidak obesitas.
6. Kelenjar tiroid normal.
7. Kadar normal : Hb, kolesterol total, HDL, trigliserida,
kalsium, fungsi hati.
8. Nyeri dada, hipertensi kronik, hiperlipidemia, diabetes
militus perlu dikonsulkan terlebih dahulu ke spesialis penyakit dalam.
Kontra Indikasi Pemberian Estrogen
1. Troboemboli, penderita penyakit hati, kolelitiasis.
2. Sindrom Dubin Johnson / Botor yaitu gangguan sekresi
bilirubin konjugasi.
3. Riwayat ikterus dalam kehamilan.
4. Kanker endometrium, kanker payudara, riwayat gangguan
penglihatan, anemia berat.
5. Varises berat, tromboflebitis.
6. Penyakit ginjal.
http://www.dkk-bpp.com – Sysinfokes Kota Balikpapan Powered by Mambo Generated: 14 October, 2009, 19:55
Persyaratan dalam Pemberian Estrogen
1. Mulailah dengan menggunakan estrogen lemah ( estriol )
dan dengan dosis rendah yang efektif.
2. Pemberian secara siklik.
3. Diusahakan kombinasi degan progesteron ( bila digunakan
estrogen lain seperti etinil estradiol maupun estrogen konjugasi ).
4. Perlu pengawasan ketat ( setiap 6-12 bulan ).
5. Bila terjadi perdarahan atipik perlu dilakukan
kuretase.
6. Keluhan nyeri dada, hipertensi kronik, hiperlipidemia,
diabetesmelitus, terlebih dahulu konsul ke bagian penyakit dalam.
Yang perlu diketahui
1. Tidak semua keluhan dapat dihilangkan dengan pemberian
estrogen.
2. Pelajari faktor-faktor yang menimbulkan keluhan (
faktor psikis, sosial budaya, atau hanya memang terdapat kekurangan estrogen ).
3. Atasi keluhan emosi dan faktor penyebab.
Efek samping pemberian estrogen :
1. Perdarahan bercak.
2. Perdarahan banyak ( atipik ).
3. Mual.
4. Sakit kepala.
5. Pruritus berat.
F. Faktor Resiko
Adipositas, diabetesmelitus, hipertensi,
anovulasi, infertilitas, perokok, alkoholisme, hiperlipidemia.
Faktor yang mempengaruhi gejala
perimenopause adalah :
Genetik, usia menarche mempengaruhi cepat
lambatnya terjadi menopause.Nutrisi ( kolesterol, kalsium, fosfat ,
vitamin ).Kadar hormon estrogen.Kebiasaan hidup ( olahraga, minum teh, kopi,
minum alkohol, perokok ).Tingkat pendidikan dan status ekonomi.Pengangkatan kedua ovarium.
G. Pencegahan Terhadap Sindrom Klimakterium
Pengaturan makanan ( rendah lemak /
kolesterol, cukup vitamin A, C, D, E dan cukup serat ).Mengkonsumsi makanan yang mengandung
http://www.dkk-bpp.com – Sysinfokes Kota Balikpapan Powered by Mambo Generated: 14 October, 2009, 19:55
fitoestrogen : a. Isiflavon, terdapat pada kacang-kacangan, b. Lignan;
terdapat pada padi, sereal dan sayur-sayuran, c. Caumestran ; terdapat
pada daun semanggi. Mengkonsumsi makanan dengan kadar gula rendah dan
tidak berlebihan.Tambahan Asupan Kalsium 1000-15000 mg / hari
dan vitamin D.Kontrol rutin 1 tahun sekali ( Pap Smear ).
Daftar
Pustaka
Wiknjosatro, Hanifa, Prof, dr, DSOG. 1999. Ilmu
Kandungan. Jakarta: Yayasan
Bina Pustaka Sarwono PrawirohardjoMansjoer, Arief. 2001. Kapita Selekta Kedokteran
Jilid I. Jakarta: Media
Aesculapius Fakultas Kedokteran Universitas IndonesiaVarney, Helen; Kriebs, Jan M; Gegor, Carolyn L. 2002.
Buku Saku Bidan. Jakarta: EGC

Klimakterium dan Menopause

A. Pengertian

Klimakterium adalah masa yang bermula

dari akhir masa reproduksi sampai awal masa senium dan terjadi pada wanita

berumur 40-65 tahun.

Masa-masa klimakterium :

Pra menopause adalah kurun waktu 4-5 tahun

sebelum menopause.Menopause adalah henti haid seorang wanita.Pasca menopause adalah kurun waktu 3-5 tahun

setelah menopause.

B. Etiologi

Sebelum haid berhenti,

sebenarnya pada seorang wanita terjadi berbagai perubahan dan penurunan fungsi

pada ovarium seperti sklerosis pembuluh darah, berkurangnya jumlah folikel dan

menurunnya sintesis steroid seks, penurunan sekresi estrogen, gangguan umpan

balik pada hipofise.

A. Patofisiologi

Penurunan fungsi

ovarium menyebabkan berkurangnya kemampuan ovarium untuk menjawab rangsangan gonadotropin,

sehingga terganggunya interaksi antara hipotalamus – hipofise. Pertama-tama

terjadi kegagalan fungsi luteum . Kemudian turunnya fungsi steroid ovarium

menyebabkan berkurangnya reaksi umpan balik negatif terhadap hipotalamus.

Keadaan ini meningkatkan produksi FSH dan LH. Dari kedua gonadoropin itu,

ternyata yang paling mencolok peningkatannya adalah FSH.

B. Manifestasi Klinik

Pramenopause : perdarahan tidak teratur,

seperti oligomenore, polimenore, dan hipermenore.Gangguan nerovegetatif : gejolak panas (

hotflushes), keringat banyak, rasa kedinginan, sakit kepala, desing dalam

telinga, tekanan darah yang goyah, jari-jari atrofi, gangguan usus (

meteorismus ).Gangguan psikis : mudah tersinggung, lekas

lelah, semangat berkurang, susah tidur. Gangguan organik : infark miokard

aterosklerosis, osteosklerosis, osteoporosi, afipositas, kolpitis,

disuria, dispareumia artritis, gejala endokrinium berupa hipertirosis

defeminisasi, virilasi dan gangguan libido.

C. Diagnosis

Umur dan gejala-gejala yang timbul.FSH dan LH ( FSH = 10-12 x, LH 5-10 x /

estrogen rendah ).Kalsium, kolesterol.Foto tulang lumbal I.Sitologi ( Pap Smear ).Biopsi endometrium.

D. Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan tahunan

terhadap wanita yang sedang berada pada masa klimakterium harus mencakup

hal-hal yang penting seperti :

Tinggi badan, wanita mungkin akan kehilangan tinggi badan sebanyak 2,5 cm atau lebih. Sewaktu mengukur tinggi badan

merupakan kesempatan untuk mendiskusikan postur, pergerakan tubuh, latihan

dan osteoporosis.Kulit, evaluasi terhadap integritas, luka dan

perubahan pada tahi lalat.Mulut, gigi dan gusi.Pemeriksaan panggul, dengan perhatian terhadap

perubahan yang menyertai proses penuaan ; spekulum Pederson mungkin

optimal untuk wanita paska menopause.Rektum : periksa adanya keanehan pada darah,

adanya massa danfisura-fisura.

E. Penatalaksanaan

1. Sedatif, psikofarma.

2. Psikoterapi.

3. Balneoterapi ( diet ).

4. Hormonal. Sindrom klimakterium terjadi akibat

kekurangan estrogen maka pengobatan yang tepat adalah pemberian estrogen.

Syarat minimal sebelum pemberian estrogen

dimulai :

1. Tekanan darah tidak boleh tinggi.

2. Pemeriksaan sitologi uji Pap normal.

3. Besar uretus normal ( tidak ada mioma uerus ).

4. Tidak ada varises di ekstremitas bawah.

5. Tidak terlalu gemuk / tidak obesitas.

6. Kelenjar tiroid normal.

7. Kadar normal : Hb, kolesterol total, HDL, trigliserida,

kalsium, fungsi hati.

8. Nyeri dada, hipertensi kronik, hiperlipidemia, diabetes

militus perlu dikonsulkan terlebih dahulu ke spesialis penyakit dalam.

Kontra Indikasi Pemberian Estrogen

1. Troboemboli, penderita penyakit hati, kolelitiasis.

2. Sindrom Dubin Johnson / Botor yaitu gangguan sekresi

bilirubin konjugasi.

3. Riwayat ikterus dalam kehamilan.

4. Kanker endometrium, kanker payudara, riwayat gangguan

penglihatan, anemia berat.

5. Varises berat, tromboflebitis.

6. Penyakit ginjal.

Persyaratan dalam Pemberian Estrogen

1. Mulailah dengan menggunakan estrogen lemah ( estriol )

dan dengan dosis rendah yang efektif.

2. Pemberian secara siklik.

3. Diusahakan kombinasi degan progesteron ( bila digunakan

estrogen lain seperti etinil estradiol maupun estrogen konjugasi ).

4. Perlu pengawasan ketat ( setiap 6-12 bulan ).

5. Bila terjadi perdarahan atipik perlu dilakukan

kuretase.

6. Keluhan nyeri dada, hipertensi kronik, hiperlipidemia,

diabetesmelitus, terlebih dahulu konsul ke bagian penyakit dalam.

Yang perlu diketahui

1. Tidak semua keluhan dapat dihilangkan dengan pemberian

estrogen.

2. Pelajari faktor-faktor yang menimbulkan keluhan (

faktor psikis, sosial budaya, atau hanya memang terdapat kekurangan estrogen ).

3. Atasi keluhan emosi dan faktor penyebab.

Efek samping pemberian estrogen :

1. Perdarahan bercak.

2. Perdarahan banyak ( atipik ).

3. Mual.

4. Sakit kepala.

5. Pruritus berat.

F. Faktor Resiko

Adipositas, diabetesmelitus, hipertensi,

anovulasi, infertilitas, perokok, alkoholisme, hiperlipidemia.

Faktor yang mempengaruhi gejala

perimenopause adalah :

Genetik, usia menarche mempengaruhi cepat

lambatnya terjadi menopause.Nutrisi ( kolesterol, kalsium, fosfat ,

vitamin ).Kadar hormon estrogen.Kebiasaan hidup ( olahraga, minum teh, kopi,

minum alkohol, perokok ).Tingkat pendidikan dan status ekonomi.Pengangkatan kedua ovarium.

G. Pencegahan Terhadap Sindrom Klimakterium

Pengaturan makanan ( rendah lemak /

kolesterol, cukup vitamin A, C, D, E dan cukup serat ).Mengkonsumsi makanan yang mengandung fitoestrogen : a. Isiflavon, terdapat pada kacang-kacangan, b. Lignan;

terdapat pada padi, sereal dan sayur-sayuran, c. Caumestran ; terdapat

pada daun semanggi. Mengkonsumsi makanan dengan kadar gula rendah dan

tidak berlebihan.Tambahan Asupan Kalsium 1000-15000 mg / hari

dan vitamin D.Kontrol rutin 1 tahun sekali ( Pap Smear ).

Daftar

Pustaka

Wiknjosatro, Hanifa, Prof, dr, DSOG. 1999. Ilmu

Kandungan. Jakarta: Yayasan

Bina Pustaka Sarwono PrawirohardjoMansjoer, Arief. 2001. Kapita Selekta Kedokteran

Jilid I. Jakarta: Media

Aesculapius Fakultas Kedokteran Universitas IndonesiaVarney, Helen; Kriebs, Jan M; Gegor, Carolyn L. 2002.

Buku Saku Bidan. Jakarta: EGC

by. nuritriyana

NIM. S.08.368

kelas. C

Akbid SM Banjarmasin

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: